Keistimewaan Tata Cara Sholat Tahajud dan Bacaan Doanya

Apa sih keistimewaan atau manfaat sholat tahajud, dan bagaimana juga tata cara sholat tahajud yang benar seperti yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW? Pertanyaan semacam ini sering dilontarkan kaum muslim yang ingin melaksanakan sholat malam namun belum yakin tentang cara maupun bacaan doanya.

Seperti pada makna katanya, sholat tahajud dilaksanakan pada sepertiga malam setelah terbangun dari tidur. Seperti hadits yang menyatakan bahwa waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat isya sampai sebelum waktu shubuh. (Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (Berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).

tata cara sholat tahajud

Selain itu shalat tahajud boleh dilakukan sendirian ataupun dikerjakan secara berjamaah (berdasarkan HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

Keutamaan dan Manfaat Sholat Tahajud

Salah satu manfaat sholat tahajud yang utama adalah agar dikabulkannya doa kita. Allah SWT sendiri sudah berjanji akan memenuhi doa hambanya yang melasanakan sholat malam, seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya,

“Dimalam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akherat pasti Allah memberinya. Itu berlangsung pada setiap malam”. (HR. Muslim, Ahmad dan Jabir)
Rasulullah SAW juga bersabda, yang artinya,

“Allah setiap malam turun ke langit bumi sampai lewat sepertiga malam yang pertama. Dia berfirman, ‘Akulah Raja. Akulah Raja. Barangsiapa yang berdoa kepadaKu maka Aku mengabulkanNya. Barangsiapa yang minta kepadaKu maka Aku memberinya. Barang siapa yang memohon kepadaKu maka Aku mengampuninya dan senantiasa demikian sampai fajar bersinar”. (HR. Muslim)
Sholat tahajud bila dilaksanakan dengan penuh ketekunan dan keikhlasan niscaya akan memberikan banyak sekali manfaat yang berlimpah. Berikuut ini beberapa keutamaan dan manfaat sholat tahajud yang sebaiknya kita pahami.

Membawa kita ke Tempat Terpuji dan Mulia di Sisi-NYA.

Memperoleh tempat yang terpuji dan spesial di sisi Allah SWT merupakan impian setiap insan yang beriman. Di tempat terpuji dan terindah inilah akan terbentang jalan keselamatan dalam kehidupan di dunia maupun dalam kehidupan di akherat.
Seperti janji dari Allah SWT yang akan mengangkat umat-NYA ke tempat yang terpuji, bagi mereka yang melakukan shalat tahajud dengan tekun dan ikhlas mengharap ridha Sang Ilahi (QS : Al Isro’ 79).

Sholat Tahajud Sangat Mujarab Dikabulkannya Doa

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah utama dan media yang mustajab dalam menghantarkan doa-doa kita kepada Allah SWT. Harapan dan doa-doa tentang akan hadirnya hidayah yang semoga terus mengalir, permohonan kehidupan yang barokah, ataupun impian membangun keluarga yang sakinah bisa kita panjatkan dan hantarkan dalam sholat tahajud.

“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mendekatkan Diri dengan Sang Ilahi

Melaksanakan sholat tahajud dengan tekun, konsisten, dan penuh kesungguhan akan membuat kita makin dekat dengan Allah SWT yang akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Dengan ketenangan dari kedekatan dengan Sang Ilahi melalui sholat tahajud yang dilaksanakan dengan istiqomah dan sungguh-sungguh niscaya akan membuahkan kebahagiaan yang lahir dan batin.

Tata Cara Sholat Tahajud dan Bacaan Doanya

Pada dasarnya, tata cara sholat tahajud dilaksanakan seperti kita melaksanakan sholat wajib. Namun ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam melaksanakan sholat tajahud, antara lain:

Sebelum melaksanakan sholat tahajud diseyogyakan diawali dengan shalat iftitah dua rakaat (Berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah). Adapun cara melaksanakan shalat iftitah adalah sebagai berikut:

a. Sebelum membaca al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca do’a iftitah:

Subhaanallaahi dzil-malakuuti wal-jabaruuti wal-kibriyaa’i wal ‘adzamah”. Artinya: “Maha suci Allah, Dzat yang memiliki kerajaan, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan.”

b. Hanya membaca surat al-Fatihah (tidak membaca surat lain) pada tiap rakaat. (Berdasarkan HR. Abu Daud dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas). Adapun bacaan lainnya seperti; bacaan ruku’, i’tidal, sujud dan lainnya sama seperti shalat biasa.

c. Shalat iftitah boleh dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. (Berdasarkan HR ath-Thabrani dari Hudzaifah bin Yaman)
Setelah itu baru melaksanakan sholat tahajud sebelas rakaat.

Beberapa hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa shalat tahajud bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:

  • Melaksanakan empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat (4 + 4 + 3 = 11 rakaat). (Berdasarkan HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah)
  • Dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat). (Berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).

5. Pada shalat witir, hendaknya membaca surat al-A’la setelah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga. Setelah salam, sambil duduk membaca:

Subhanal-malikil-qudduus.”

Artinya: “Maha Suci (Allah), Dzat Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Suci”,

yang dibaca dengan mengeraskan dan memanjangkan pada bacaan yang ketiga. Setelah itu membaca:

Rabbil-malaaikati war-ruuh”.

Artinya: “Yang Menguasai para malaikat dan ruh.”
(Berdasarkan HR. al-Baihaqi, juz 3/ no. 4640; Thabrani, juz 8/ no. 8115; Daruqutni, juz 2/ no. 2, dari Ubay bin Ka’ab. Hadis ini dikuatkan oleh ‘Iraqi)

6. Membaca do’a.

Diantara bacaan do’a-do’a yang dipanjatkan Rasulullah SAW adalah:

a. Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:

Artinya: “Ya Allah, berikanlah di dalam hatiku cahaya, di dalam penglihatanku cahaya, di dalam pendengaranku cahaya. Dan (berikanlah) cahaya dari sebelah kananku, cahaya dari sebelah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan berikanlah cahaya pada seluruh tubuhku.”

b. Berdasarkan riwayat Muslim dari ‘Aisyah:

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.”

c. Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:

Artinya: “Ya Allah, hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau cahaya (penerang) langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Penegak langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Yang Mengatur langit dan bumi beserta isinya. Engkau adalah Dzat yang haq. Janji-Mu adalah benar. Firman-Mu adalah benar. Perjumpaan dengan-Mu adalah benar. Surga adalah nyata. Neraka adalah nyata. Para nabi adalah benar. Hari kiamat adalah nyata. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mu aku beriman. Hanya kepada-Mu aku bertawakal. Hanya kepada-Mu aku kembali. Hanya atas pertolongan-Mu aku berjuang. Hanya kepada-Mu aku mohon keadilan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan secara sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Doa-doa tersebut bisa dibaca saat kita sedang sujud, setelah membaca sholawat pada tasyahud akhir, atau ketika sudah selesai melaksanakan shalat.

Demikianlah infromasi tentang keistimewaan beserta tata cara sholat tahajud dan bacaan doanya yang semoga bermanfaat untuk anda.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.