Tata Cara Sholat Dhuha, Keutamaan dan Bacaan Doanya

Melaksanakan tata cara sholat dhuha dengan benar, konsisten, dan sungguh-sungguh akan memberikan manfaat dan keutamaan yang berlimpah. Kita sebagai umat muslim cukup akrab dengan ibadah ini karena merupakan salah satu sholat sunnah yang istimewa dan sangat diuanjurkan.

tata cara sholat dhuha

Jika pada malam hari kita sangat dianjurkan untuk bangun malam dan melaksanakan sholat tahajud, maka pada siang hari kita juga sangat disarankan untuk mengawali aktivitas siang kita dengan sholat dhuha. Ada begitu banyak manfaata dan keuatamaan sholat sunnah ini jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan konsisten.

Keutamaan Sholat Dhuha

Ada banyak keutamaan dalam sholat dhuha karena itulah shalat sunnah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Seperti dikatakan beberapa hadits berikut ini:

“Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai.” (HR Al Baihaqi dan An Nasai)

“Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Amalan Sholat Dhuha setara nilainya dengan ganjaran pahala sebanyak 360 persendian dalam tubuh kita, seperti yang disampaikan hadits: “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

Sholat Dhuha merupakan shalat sunnah untuk memohon rizki, seperti yang dijanjikan Allah yang akan mencukupi kebutuhan seorang mukmin yang tekun melaksanakan shalat sunnah ini. Janji Allah tersebut terdapat dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu.”

Manfaat sholat dhuha juga bisa menggugurkan dosa-dosa meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan, seperti hadist Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan” (HR. Tirmidzi).

Sholat dhuha juga bisa membuat orang yang melaksanakannya (atas izin Allah) meraih keuntungan (Ghanimah) dengan lebih cepat. Seperti saat Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang, Beliau SAW bersabda: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

Masih banyak lagi keutamaan dan manfaat sholat dhuha bagi orang yang melaksanakannya. Karena itu luangkan waktu sebentar untuk mengambl air wudhu dan melaksanakan sholat sunnah ini berapa rakaat pun yang kita mampu atau sempat.

Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk tata cara sholat dhuha sebenarnya tidak berbeda shalat sunnah lainnya. Perbedaannya lebih pada bacaan niat, doa, dan waktunya. Baca juga tata cara sholat tahajud.

Untuk waktu pelaksanaannya sebaiknya saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal atau setinggi tonggak (maksudnya bukan pada waktu matahari baru terbit), dan berakhir menjelang masuk waktu zhuhur (Berdasarkan HR. Muslim dari Ummu Hani’).

Dalam Jadwal Waktu Shalat, waktu shalat dhuha dimulai sekitar setengah jam setelah matahari terbit (syuruq).

Untuk jumlah rakaatnya, sholat dhuha bisa dilaksanakan sebanyak:

  • Dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah).
  • Empat rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
  • Delapan rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani’).
  • Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan.

Berdasarkan hadis yang artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata; Rasulullah saw mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan adakalanya menambah sesukanya.” (HR. Muslim)

Sebaiknya tidak dilaksanakan setiap hari secara terus-menerus untuk membedakannya dengan shaalat wajib, seperti hadits yang artinya: “Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Syaqiq, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah, “Apakah Nabi Saw. selalu melaksanakan shalat dhuha?”, ‘Aisyah menjawab, “Tidak, kecuali beliau baru tiba dari perjalanannya.” [HR. Muslim]

Sholat dhuha juga bisa dikerjakan secara berjamaah, seperti hadits yang artinya: “Diriwayatkan dari ‘Itban ibn Malik, bahwasanya Rasulullah saw mengerjakan shalat di rumahnya pada waktu dhuha, kemudian para sahabat berdiri di belakang beliau lalu mengerjakan shalat dengan shalat beliau.” [HR. Ahmad, ad-Daruquthni, dan Ibnu Hibban]

Doa Mustajab Sholat Dhuha dan Artinya

doa mustajab sholat dhuha

Bacaan Doa Sholat Dhuha Latin

Allaahumma Innadh Dhuhaa a dhuhaa uka wal bahaa a bahaa uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma Inkaana rizqiy fis samaa i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fa yassirhu wa inkaana harooman fa thohhirhu wa inkaana ba’iydan fa qorribhu. Bihaqqi dhuhaa ika wabahaa ika wajamaalika waquwwatika waqudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakas sholihiin.”

Demikianlah informasi tentang tata cara sholat dhuha, keutamaan dan bacaan doanya dalam bahasa Arab, Latin, dengan artinya yang semoga bermanfaat.

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.