Tata Cara Sholat Hajat dan Doanya Lengkap

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang tata cara sholat hajat dan doanya lengkap. Sholat Hajat merupakan sholat sunnah yang dianjurkan untuk siapapun yang sedangn memiliki hajat atau keinginan, baik yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi.

Ada ulama yang menganjurkan shalat hajat & ada yg nggak. Shalat ini dilakukan saat punya hajat dalam Allah, atau dalam sesama atau bahkan sanggup jua meminta kesembuhan dari suatu penyakit sebagaimana penerangan pada hadits.

Ulama yang menganjurkan adanya shalat hajat berdalil dengan hadits menurut ‘Utsman bin Hunaif sebagai berikut.

Seorang buta datang kepada Nabi kemudian menyampaikan, “Berdoalah kamu kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan, “Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Tetapi, jika engkau mau, saya akan mendo’akanmu.” Orang itu pun menyampaikan, “Do’akanlah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyuruhnya buat berwudhu & memperbagus wudhunya serta shalat 2 rakaat lalu berdoa menggunakan doa ini, “Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu dan menghadap pada-Mu menggunakan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap pada Rabbku denganmu pada kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.” (HR. Ibnu Majah no. 1385 & Tirmidzi no. 3578. Al-Hafizh Abu Thahir berkata bahwa hadits ini shahih)

Tata Cara Sholat Hajat

Adapun ulama yg meniadakan shalat hajat, mereka memaksudkan misalnya yg terdapat pada hadits berikut adalah. Dari Abdullah bin Abi Aufa, ia menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yg memiliki kebutuhan pada Allah atau pada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah & perbaikilah wudhunya lalu shalatlah dua raka’at. Lalu hendaklah ia memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan (do’a), ‘Tidak terdapat sesembahan yg sahih melainkan Allah yg Maha Penyantun & Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yg agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, saya memohon kepada-Mu hal-hal yang mengakibatkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu dan keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan berdasarkan segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan munculnya, nggak jua suatu kebutuhan yg Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang pada antara penyayang’.” (HR. Tirmidzi no. 479 & Ibnu Majah no. 1384. Al-Hafizh Abu Thahir berkata bahwa sanad hadits ini dha’if jiddan)

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan,

“Kemudian beliau meminta pada Allah urusan global & akhiratnya, maka beliau akan ditetapkan.”

Hadits di atas dibawakan sang At-Tirmidzi dalam Bab “Tentang Shalat Hajat”.

Dari hadits pada atas para ulama masih menyatakan adanya anjuran shalat sunnah hajat. Bahkan dikatakan dalam Ensiklopedia Fikih atau Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah 27: 211, “Para ulama setuju bahwa shalat sunnah hajat adalah shalat yang disunnahkan.”

Shalat hajat tersebut 2 raka’at sebagaimana pendapat berdasarkan ulama Malikiyah, Hambali & masyhur pada pendapat Syafi’iyah. Waktu pelaksanaan shalat hajat nggak ada ketika spesifik dan pelaksanaan 2 raka’at sama misalnya shalat sunnah lainnya, tidak ada rapikan cara spesifik. Demikian yg kami dengar dari video Syaikhuna ‘Abdul ‘Aziz Ath-Tharifi, semoga Allah senantiasa menjaga beliau. Juga ada penerangan dari menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin tentang anjuran shalat hajat menurut dominan ulama (baca: jumhur) pada video di sini.

Adapun do’a yg dibaca, mampu mengamalkan apa yg disebutkan pada hadits di atas:

Doa pertama:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini supaya ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.”

Doa ke 2:

“Tidak terdapat sesembahan yg sahih melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, saya memohon pada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, & yg mengakibatkan ampunan-Mu serta keuntungan menurut tiap kebaikan & keselamatan menurut segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan munculnya, nggak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang pada antara penyayang.”

Dalam mengerjakan sholat hajat, sebenarnya tidak ada waktu spesifik. Kita boleh melaksanakan dalam ketika malam juga siang.

Namun, waktu sholat hajat yang paling primer merupakan pada sepertiga malam terakhir. Keutamaan waktu tersebut jua telah acapkali disampaikan pada Al-Quran dan Sunnah.

Bagitu juga kebalikannya, sholat hajat tidak boleh dilaksanakan pada waktu dilarangnya sholat, misalnya setelah subuh sampai terbit mentari , selesainya ketika ashar dan lainnya.

Niat Sholat Hajat

niat sholat hajat

Tata Cara Sholat Hajat

Jumlah raka’at sholat hajat yang masyhur adalah 2 raka’at, tetapi Imam Ghozali pada kitabnya Ihya Ulumuddin berpendapat bahwa sholat hajat dapat dilaksanakan sampai dengan 12 raka’at.

Baca juga: Tata Cara Sholat Dhuha

Mengenai tata cara sholat hajat sendiri sebenarnya ada poly versi. Agar kita belajarnya lebih gampang, maka tata cara sholat hajat pada artikel ini dijabarkan pada bentuk yang lebih spesifik menggunakan merogoh rujukan berdasarkan pendapat yang sudah masyhur dikalangan ulama. Adapun rincian daripada tuntunan sholat hajat sebagai berikut:

Tahapan dalam Tata Cara Sholat Hajat

  1. Niat sholat hajat
  2. Takbiratul ihram
  3. Berdiri bagi yang mampu
  4. Di raka’at pertama, membaca surat Al-Fatihah yg lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafirun sebesar 10 kali. Di rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan menggunakan membaca surat Al-Ikhlash sebesar 10 kali
  5. Ruku’
  6. ‘Itidal
  7. Sujud 2 kali
  8. Duduk diantara dua sujud
  9. Tuma’ninah (tenang sejenak) pada ruku’, sujud, duduk diantara 2 sujud dan i’tidal
  10. Tasyahud akhir
  11. Membaca sholawat kepada Nabi
  12. Duduk lantaran melakukan tasyahud akhir dan sholawat salam
  13. Salam yg pertama
  14. Tertib

Setelah Salam melakukan sujud menggunakan maksud tadzallul (merendahkan diri dalam Allah). Pada sujud ini membaca: “subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim” sebanyak 10 kali.

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa ali sayyidina muhammad” sebesar 10 kali.

Dan yang terakhir membaca doa sapu jagad, rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’ahirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannar sebesar 10 kali.

Apabila engkau menemukan referensi lain mengenai tata cara sholat hajat, pakailah yg berdasarkan kamu paling relevan. Lantaran, insyaallah semuanya sahih dan disparitas itu adalah rahmat.

Doa Sholat Hajat

Setelah selesai melaksanakan sholat hajat kurang lengkap cita rasanya apabila kita eksklusif meninggalkan momen syahdu ini. Seperti halnya doa sholat dhuha, doa sholat hajat dianjurkan buat kita dalam rangka meminta kepada Allah supaya senantiasa dicukupkan seluruh kebutuhan kita.

Oleh karena itu, kita dianjurkan buat membaca doa sesudah sholat hajat sembari mengungkapkan semua unek-unek yang ada dalam benak kita. Adapun bacaan doa sholat hajat akan dijelaskan di bawah ini:

  • Duduklah dengan posisi yg paling tawadu’, bisa dengan bersila maupun posisi duduk tasyahud akhir.
  • Dianjurkan untuk bertawassul menggunakan menaruh hadiah bacaan Al-Fatihah kepada Baginda Nabi Muhammad Saw,
  • Keluarga, para teman, para ulama, pengajar-pengajar kita, orangtua dan semua umat muslim.
  • Setelah bertawassul, lalu baca surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq,
  • Surat An-Naas dan Ayat Kursi masing-masing sebanyak tiga kali
  • Shalawat Nariyyah

Doa dalam sholat hajat

لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ. سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَسْئَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمِ مَغْفِرَتِكَ وَ الْغَنِيْمَةِ مِنْ كُلِّ بِـرٍّ وَ السَّلاَمَةِ مِنْ كُلَّ إِثْم لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبـًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَ لاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَـا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

Artinya:
Tidak terdapat ilahi melainkan Allah yg maha Penyantun dan pemurah. Maha suci Allah, yang kuasa pemelihara ‘Arasy yg Maha Agung.

Segala Puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan Rahmat-Mu & sesuatu yg mendatangkan ampunan-Mu, & memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.

Janganlah Engkau abaikan dosa menurut dalam diriku, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan nggak juga sesuatu Hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yg paling Pengasih dan Penyayang.

Setelah membaca serangkaian dzikir & doa sholat hajat pada atas, engkau bisa menyampaikan segala hajat yang kamu inginkan dengan bahasa mak , hal ini perlu disampaikan karena pada hakikatnya doa yang terbaik adalah doa yang kita mengerti maknanya.

Manfaat Sholat Hajat

Siapa yang berwudhu & sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (sholat hajat) & sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang dia pinta cepat atau lambat. (HR Ahmad)

Nah, berdasarkan hadist ini dijelaskan bahwa manfaat sholat hajat akan selalu menyertai bagi setiap muslim yg mengerjakannya. Dan Allah Swt. Memberikan jaminan akan mengabulkan segala hajat kita cepat ataupun lambat.

Demikianlah informasi tentang tata cara sholat hajat dan doanya lengkap semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.