Tata Cara Sholat Jamak dan Qasar untuk yang Bepergian

Untuk Anda yang sering bepergian, informasi tentang tata cara sholat jamak dan qasar yang benar sesuai ajaran Islam amatlah diperlukan. Islam adalah agama yang mudah dan tidak akan memperuslit pemeluknya dalam menjalankan ibadahnya.

Begitu pun saat kita melakukan perjalanan jauh ke luar kota, luar pulau, atau bahkan ke luar negeri, ada kemudahan untuk melakukan sholat dengan di jamak dan di qasar. Namun bagaimanakah ketentuan tentang hal ini, postingan kali ini akan membahasnya.

Tentang Salat Jamak

Salat jamak adalah salat yg digabungkan, maksudnya menggabungkan dua salat fardu yang dilaksanakan pada satu waktu. Misalnya menggabungkan salat Duhur & Asar dikerjakan dalam ketika Duhur atau pada saat Asar. Atau menggabungkan salat magrib & ‘Isya dikerjakan dalam saat magrib atau dalam ketika ‘Isya. Sedangkan salat Subuh tetap dalam waktunya tidak boleh digabungkan dengan salat lain.

tata cara sholat jamak

Hukum mengerjakan salat Jamak adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

“Rasulullah bila beliau bepergian sebelum mentari tergelincir, maka beliau mengakhirkan salat duhur hingga ketika asar, kemudian dia berhenti kemudian menjamak antara 2 salat tersebut, namun bila matahari telah tergelincir (telah masuk ketika duhur) sebelum dia pulang, maka dia melakukan salat duhur (dahulu) lalu dia naik tunggangan (berangkat)” (H.R. Bukhari & Muslim).

Dari hadis dalam atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah pernah menjamak salat karena terdapat suatu sebab yaitu perjalanan. Hal menampakan bahwa menggabungkan dua salat diperbolehkan dalam Islam namun sine qua non sebab tertentu.

Salat jamak boleh dilaksanakan lantaran beberapa alasan (halangan), yakni:

Dalam bepergian jauh minimal 81 km (dari kesepakatan sebagian besar imam madzhab)

Perjalanan itu gakbertujuan buat maksiat.

Dalam keadaan sangat ketakukan atau risi contohnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan & bala alam.

Salat fardu dalam sehari semalam yang boleh dijamak merupakan pasangan salat duhur menggunakan asar dan salat magrib dengan ‘isya. Sedangkan salat subuh tidak boleh dijamak. Demikian jua orang nir boleh menjamak salat asar menggunakan magrib.

Salat jamak bisa dilaksanakan memakai 2 cara:

Jamak Takdim (jamak yg didahulukan), yakni menjamak dua salat yg dilaksanakan pada waktu yang pertama. Misalnya menjamak salat duhur menggunakan asar, dikerjakan dalam waktu duhur ( 4 rakaat salat duhur & 4 rakaat salat asar) atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada ketika magrib (3 rakaat salat magrib & 4 rakaat salat ‘isya).

Jamak Ta’khir (jamak yg diakhirkan), yakni menjamak 2 salat yang dilaksanakan pada waktu yg ke 2. Misalnya menjamak salat duhur memakai asar, dikerjakan dalam saat asar atau menjamak salat magrib memakai ‘isya dilaksanakan pada ketika ‘isya.

Dalam melaksanakan salat jamak takdim maka wajib berniat menjamak salat ke 2 dalam waktu yg pertama, mendahulukan salat pertama & dilaksanakan berurutan, tidak diselingi perbuatan atau perkataan lain. Adapun saat melaksanakan jamak ta’khir maka wajib berniat menjamak & berurutan. Tidak disyaratkan wajib mendahulukan salat pertama. Boleh mendahulukan salat pertama baru melakukan salat ke 2 atau kebalikannya.

Cara Melaksanakan Salat Jamak Takdim

Misalnya salat duhur menggunakan asar: salat duhur dahulu empat rakaat kemudian salat asar empat rakaat, dilaksanakan pada saat duhur.

Tata caranya menjadi berikut:

1)Berniat salat duhur memakai jamak takdim. Jika dilafalkan yaitu:

اُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ العَصْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

“Saya niat salat salat duhur empat rakaat digabungkan dengan salat asar memakai jamak takdim lantaran Allah Ta’ala”

2)Takbiratul ihram

3)Salat duhur empat rakaat misalnya biasa.

4)Salam.

5)Berdiri lagi & berniat salat yang ke dua (asar), jika dilafalkan sebagai berikut;

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الظُهْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

“Saya niat salat asar empat rakaat digabungkan memakai salat duhur dengan jamak takdim lantaran Allah ta’ala.”

6)Takbiratul Ihram

7)Salat asar empat rakaat seperti biasa.

8)Salam.

Catatan: Setelah salam pada salat yang pertama harus eksklusif berdiri,nir boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain).

Tata Cara Melaksanakan Salat Jamak Ta’khir

Misalnya salat magrib memakai ‘isya: boleh salat magrib dulu 3 rakaat lalu salat ‘isya empat rakaat, dilaksanakan pada waktu ‘isya.

Tata caranya menjadi berikut:

1) Berniat menjamak salat magrib menggunakan jamak ta’khir. Jika dilafalkanyaitu:

اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya niat salat salat magrib tiga rakaat digabungkan menggunakan salat ‘isya memakai jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

3) Takbiratul ihram

4) Salat magrib tiga rakaat misalnya biasa.

5)Salam.

6) Berdiri lagi dan berniat salat yang ke 2 (‘isya), jika dilafalkan sebagai berikut;

اُصَلّى فَرْضَ العِسَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ المَغْرِبِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya berniat salat ‘isya empat rakaat digabungkan dengan salat magrib menggunakan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.”

8) Takbiratul Ihram

9) Salat ‘isya empat rakaat misalnya biasa.

10) Salam.

Catatan: Ketentuan sehabis salam pada salat yg pertama sama misalnya salat jamak takdim. Untuk menghormati datangnya saat salat, hendaknya saat ketika salat pertama telah tiba, maka orang yang akan menjamak ta’khir, telah berniat untuk menjamak ta’khir salatnya, walaupun salatnya dilaksanakan pada ketika yg ke dua.

Jika sudah memenuhi syarat sah sebagai rukhsah, selain dalam jamak salat fardu juga mampu di qasar juga jamak qasar asalkan memenuhi syarat. Hal ini adalah rukhsah (keringanan) yg diberikan Allah supaya insan nir meninggalkan salat fardu walau pada keadaan apapun, lantaran Allah tidak menghendaki kesukaran pada hambaNya.

Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih

Tata Cara Sholat Qasar

Salat qasar merupakan salat yg dipendekkan (diringkas), yaitu melakukan salat fardu menggunakan cara meringkas dari empat rakaat menjadi 2 rakaat. Salat fardu yang boleh diringkas merupakan salat yg jumlah rakaatnya ada empat yaitu duhur, asar dan ‘isya.

Hukum melaksanakan salat qasar merupakan mubah (diperbolehkan) apabila syaratnya terpenuhi.

Allah berfirman dalam al Qur’an surat An Nisa ayat 101 yg merupakan: “Dan jika engkau beprgian pada muka bumi, maka tidak mengapa kamu menqasar salatmu, jika engkau takut diserang orang-orang kafir, sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang konkret bagimu,” Q.S.(An Nisa: 101)

Syarat-kondisi salat qasar sama memakai syarat salat jamak hanya ditambah persyaratan bahwa salat yang bisa diqasar adalah salat yang jumlah rakaatnya empat.

Ambil contoh salat qasar duhur, dengan cara menjadi berikut:

Berniat salat dengan cara qasar. Jika dilafalkan sebagai berikut:

Artinya: “ aku berniat salat duhur 2 rakaat diqasar karena Alla Ta’ala”

Takbiratul ihrom.

Salat dua rakaat

Salam.

Salat Jamak Qasar

Salat jamak qasar adalah menggabungkan dua salat fardu dalam satu waktu sekaligus meringkas (qasar).

Hukum & syaratnya sama dengan salat jamak & salat qasar. Salat jamak qasar dapat dilaksanakan secara takdim jua ta’khir.

Cara Sholat Jamak Qasar

Salat Jamak Qasar: misalnya salat duhur memakai asar. Tata caranya sebagai berikut:

Berniat menjamak qasar salat duhur memakai jamak takdim. Apabila dilafalkan menjadi berikut:

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ العَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat duhur 2 rakaat digabungkan menggunakan salat asar memakai jamak takdim, diqasar lantaran Allah Ta’ala”

  1. Takbiratul ihram.
  2. Salat duhur 2 rakaat (diringkas)
  3. Salam.
  4. Berdiri & niat salat asar, jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَِى الظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat asar 2 rakaat digabungkan dengan salat duhur dengan jamak takdim, diqasar lantaran Allah Ta’ala”

  1. Takbiratul ihram.
  2. Salat asar dua rakaat (diringkas).

Demikianlah ulasan tentang tata cara sholat jamak seperti diajarkan Islam yang semoga bisa menambah wawasan kita.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.